1963 – 1980 : The English Proficiency Test Battery (Tes Evaluasi Bahasa Inggris Pertama di Inggris)

Tes standar pertama untuk siswa internasional yang ingin belajar di universitas di Inggris adalah Tes English Proficiency Test Battery (EPTB). Pelaksanaan tes ini dilakukan oleh British Council bersama dengan University of Birmingham yang dimulai pada tahun 1963, dan tes ini pertama kali diikuti oleh siswa pada tahun 1965. EPTB berfokus pada keterampilan membaca (reading) dan mendengarkan (listening) dengan  tiga serangkaian subyek: pemahaman mendengar (listening comprehension), pemahaman membaca (reading comprehension), dan kecepatan membaca (reading speed). EPTB tidak mengevaluasi tulisan (writing) atau berbicara (speaking), dan ini adalah kelemahan dari tes ini. Pembuat tes ini berkeyakinan bahwa hanya dari evaluasi tes membaca (reading) dan mendengarkan (listening) dapat mengetahui kemampuan Bahasa Inggris peserta tes. Bagaimanapun juga, EPTB tetap ada sampai 1980.

1980 – 1989 : The English Language Testing Service (ELTS) – Cikal Bakal IELTS

Selama tahun 1970-an, para peneliti berusaha untuk meningkatkan pengujian bahasa Inggris dengan memperkenalkan unsur-unsur yang lebih relevan ke dalam penilaian standar, yang akan lebih bermanfaat bagi mahasiswa. Gagasan ini dipromosikan melalui teori pembelajaran “komunikatif” dan “Bahasa Inggris untuk tujuan tertentu.” Hasil dari upaya ini adalah English Language Testing Service (ELTS), yang menggantikan EPTB pada tahun 1980. ELTS adalah seperangkat enam modul, lima di antaranya adalah subjek-spesifik (life sciences, social studies, physical sciences, technology, and medicine). Modul keenam adalah penilaian “general academic“. Masalah administrasi dalam tes mengakibatkan jumlah peserta tes ELTS sangat sedikit (hanya 4.000 yang mengikuti ujian pada tahun 1981 dan hanya 10.000 pada tahun 1985). Masalah lain dengan ELTS adalah pengembangannya yang tidak laku di kancah internasional.

1989 : IELTS di awal kelahirannya

IELTS (International English Language Testing System) dikembangkan selama tahun 1980-an dan pertama kali diujikan kepada siswa pada tahun 1989. Pembuat dan administratornya adalah British Council, Cambridge English Language Assessment, dan International Development Program of Australian Universities and Colleges atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan IDP Australia. Ternyata IDP Australia lah yang justru berkontribusi besar mengembangkan tes ini sesuai dengan kebutuhan internasional. Dihasilkanlah IELTS dengan memiliki struktur empat sesi (reading, writing, speaking, and listening) dalam dua modul (academic and general training) yang telah menjadi dasar tes sejak itu. Modul speaking dan listening bersifat umum, tidak dibedakan antara yang academic atau yang non-academic. Sedangkan bagian reading dan writing dimaksudkan untuk menguji keterampilan ini dalam disiplin ilmu akademik yang sedekat mungkin dengan program studi yang dimaksudkan siswa, dan ada tiga topik umum yang muncul pada modul ini : sains dan teknologi, ilmu tentang hidup (contoh: psikologi dan kesehatan), dan ilmu sosial. Bisa dikatakan, IELTS diwaktu awal kemunculannya mempertahankan sisa-sisa dari subyek ELTS yang sebelumnya. Jumlah peserta tes IELTS tahunan dengan cepat melampaui jumlah siswa yang telah mengikuti ELTS. Pada 1995, ada 210 pusat ujian yang tersedia di seluruh dunia, dan sekitar 43.000 siswa mengikuti IELTS setiap tahun.

1995 : Perubahan dan Revisi

IELTS secara substansial direvisi pada tahun 1995. Perubahan pertama adalah merubah topik khusus (spesifik, bidang keilmuan tertentu) pada sesi writing dan reading menjadi lebih umum – tidak tentang bidang-bidang keilmuan khusus. Perubahan penting lainnya lebih bersifat administratif dan struktural.

Menjadwalkan tes speaking merupakan kendala pada saat itu, karena harus satu persatu peserta test, tetapi masalah tersebut bisa diatasi dengan menjadwalkan tes speaking di waktu lain.

Perubahan lain adalah menyamakan waktu tes reading dan writing pada modul General Training dengan modul akademik.

2001 : Revisi lebih lanjut untuk IELTS

Upaya untuk mengembangkan IELTS terus berlanjut hingga abad ke-21. Pada tahun 2001, bagian speaking dikurangi pertanyaan-pertanyaannya dan kriteria penilaian yang lebih spesifik juga diintegrasikan ke dalam lembar penilaian IELTS. Penilaian bagian writing diperbarui pada tahun 2005 untuk memasukkan empat bidang evaluasi (hanya ada tiga bidang sebelumnya) – yaitu : Task Achievement, Coherence & Cohesion, Lexical Resource, dan Grammar.

Selanjutnya, IELTS terkomputerisasi pertama ditawarkan pada tahun 2005. Tes IELTS untuk Kecakapan Hidup  alias The IELTS Life Skills Test adalah versi baru dari ujian ini, yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015. tes IELTS versi efisien ini adalah penilaian dua bagian (hanya speaking dan listening) yang dapat diselesaikan dalam total 16-22 menit.

2019 : IELTS Saat ini

IELTS saat ini diambil oleh lebih dari 2,5 juta siswa di lebih dari 140 negara setiap tahunnya, menjadikannya salah satu penilaian standar paling populer di dunia. Ini tersedia di lebih dari 1.100 pusat ujian, dan diterima secara luas oleh universitas dan organisasi lain di semua negara yang ber-Bahasa Inggris. Untuk di Kampung Inggris pare ada setidaknya puluhan lembaga dan program kursus yang ter-spesialisasi pada IELTS. Termasuk IFLOW English.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *